RAMADHAN 1441 H TETAP KHUSYUK DI TENGAH PANDEMI - Pesantren Al-Aqsho Babat - Lamongan

KABAR BARU

Post Top Ad

PONDOK PESANTREN PUTRI AL-AQSHO BABAT LAMONGAN

Jumat, 01 Mei 2020

RAMADHAN 1441 H TETAP KHUSYUK DI TENGAH PANDEMI

Tetap di rumah, atau memakai masker
bila keluar rumah

Babat - Lamongan, Puasa Ramadhan sudah memasuki hari ke.Delapan, Rmadhan menjadi bulan pengampunan, kaum Muslimin dan Muslimah berlomba-lomba mengerjakan amal kebaikan serta pahala yang berlimpah.
Meskipun tidak lepas dari pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini di Indonesia bahkan di hampir sebagian besar negara di dunia.
Seperti biasanya di bulan Ramadhan, masjid-masjid Masih banyak yang  tetap  dimakmurkan oleh para jamaah, meskipun dengan berbagai protokol pencegahan covid-19 dan hampit tidak pernah sepi dari lantunan ayat suci.
Syukur Ramadhan yang menurut kalender NU dan Muhammadiyah diperkirakan jatuh pada Jumat, 24 April 2020, kemungkinan akan berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ternyata dalam sidang isbat yang digelar oleh Departemen Agama bisa dilaksanan dengan bersamaan
Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia per Kamis (30/4) secara kumulatif mencapai 10.118 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 792 orang meninggal dunia dan 1.522 orang lainnya dinyatakan sembuh.
Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan hari ini terjadi penambahan jumlah kasus positif virus corona sebanyak 347 orang.
Selain itu juga terdata 607 pasien sembuh dan 520 orang meninggal dunia. Dari catatan Gugus Tugas, kasus positif COVID-19 telah ditemukan di 34 provinsi di Indonesia.
Perkembangan pasien terkonfirmasi positif Covid 19 di Kabupaten Lamongan masih cukup tinggi. Sampai, Rabu (29/4/2020), pukul 18.30.
Tercatat ada 38 pasien yang sudah dinyatakan positif berdasarkan hasil uji swab test di Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI. Dari data tersebut 7 orang diantaranya sudah meninggal dunia.
Diperkirakan jumlah kasus COVID-19 akan terus meningkat, seperti yang diprediksikan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Menurut Wiku, puncak dari pandemi di Indonesia akan mulai terjadi di antara awal Mei 2020 hingga sekitar awal Juni 2020 dengan jumlah kasus kumulatif 95 ribu kasus.
Melihat terus bertambahnya jumlah kasus COVID-19 dari hari ke hari di Indonesia, Presiden Joko Widodo telah menetapkan sebagai bencana nasional non alam.

Bahkan sejumlah daerah terutama yang menjadi epicentrum penularan seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, beberapa kota di Jatim sudah menetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk membendung penularan wabah.
Pemerintah Kabupaten Lamongan, Polres Lamongan dan sejumlah tokoh agama sepakat mengeluarkan kesepakatan bersama untuk pelaksanaan teknis maklumat bersama pada Kamis (2/4/2020).
Kesepakatan bersama untuk teknis pelaksanaan maklumat bersama tersebut diteken pada Kamis, 2 April 2020 di Polres Lamongan.
Intinya adalah umat beragama masih diperbolehkan untuk beribadah berjamaah di tempat ibadah dengan berbagai protokol covid-19
Seperti diketahui, virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 berkembang biak di tubuh manusia yang bisa menular melalui droplet atau percikan air liur dari penderita.
Sehingga perlu ada pembatasan jarak guna memastikan tidak terkena droplet dari orang yang positif COVID-19.
Untuk itu, masyarakat diimbau tidak berkumpul dan beribadah di rumah ibadah yang rentan terjadi penularan.
Sebelumnya Shalat Jumat berjamaah di masjid sudah ditiadakan, sesuai Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) diganti dengan shalat Dhuhur di rumah masing-masing, namun masih ada masjid yang tetap menyelenggarakan Shalat Jumat.
"Kualitas ibadah kita, Insyaa Allah, tidak akan berkurang dengan melaksanakan ibadah di rumah," kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin.
Kementerian Agama sebelumnya juga sudah mengeluarkan surat edaran mengenai Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi COVID-19.
Dalam surat edaran tersebut diatur sejumlah ketentuan yang memusatkan pada kegiatan ibadah tidak dilakukan secara berjamaah di masjid seperti biasa, melainkan di rumah bersama keluarga inti.
Menteri Agama, Fachrul Razi dalam surat edarannya meminta warga Muslim melaksanakan sahur dan buka puasa sendiri atau bersama keluarga inti saja, tidak menggelar acara sahur di jalan atau ifthar jama’i, buka puasa bersama.
Acara buka puasa bersama di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid, maupun mushala tidak diperkenankan semasa wabah.
Selain itu, shalat tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah serta melakukan tilawah atau tadarus Al-Qur’an di rumah masing-masing sesuai anjuran Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Al-Qur’an.
Menurut panduan kementerian, peringatan Nuzulul Qur’an dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid, maupun musala ditiadakan. Demikian pula kegiatan iktikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan di masjid/musala.
Berkenaan dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau di lapangan, kementerian mengharapkan Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa menjelang Idul Fitri.
Surat edaran Kementerian Agama juga menyebutkan bahwa kegiatan shalat tarawih keliling dan takbiran keliling ditiadakan. Kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid/mushala dengan menggunakan pengeras suara.
Kegiatan pesantren kilat Ramadhan dan silaturahim pada Hari Raya Idul Fitri disarankan dilakukan melalui media sosial atau telekonferensi.

Ikhtiar, berdoa, dan berserah diri
Kepada Allah SWT.


Segera Berakhir

Dalam kondisi pandemi, semua orang berharap agar penyebaran COVID-19 segera berakhir, tidak ada lagi yang tertular dan kehidupan kembali berjalan normal.
Roda ekonomi kembali berputar, ibadah berjalan lancar dan bisa keluar rumah dengan aman tanpa khawatir akan tertular penyakit yang menyerang saluran pernapasan itu.
Ikhtiar batin yang terus dilakukan dengan cara meningkatkan keimanan dan ketakwaan meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT, memperbanyak munajat di samping tetap menjalankan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta tidak mudik.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar